10 ksatria terkuat Mahabharata

8:41:00 PM

10 ksatria terkuat Mahabharata


Assalamualaikum sob, wah wah wah cen judek tenan yo nek kerjo le akeh mek njogo omah tok pas rampung gaweane hahahaha. neng yo #akurapopo malah seneng bingit iso internetan.
Oke oke piye kabarmu #kanca seangkatanku, Mugo2 sek wes kerjo yo di uletno wae leh mu nyambut gawe, Sek ngenteni pengumuman SBMPTN yo Dienteni ae nyambi jogo lilin karo ngobong menyan hahahaha.
Oh iya sob, Kemarin kamu ikut SBMPTN gak ?(*indonesian language mode activated*). gimana kabarmu kemarin Judek,kah lihat soalnya ?, wah cen gelo tenan awakku wingi, wes persiapan belajar sbmptn Ndilalah kok soale bedo, Untung wae soal TPA ne iso di nalar nggo dengkul ku :v.
yowis sob, semoga hasil sbmptn mu bisa mencapai hasil yang maksimal dan bisa diterima di perguruan tinggi swasta eh negri ding, hahaha.

*kembali pada topik judul* Nah kemarin aku udah sempetin nulis tentang "bhisma, jalan kehidupan dan kematianya", bagi kamu yang seneng wayang rugi loh kalo ndak mbaca. nah pada kesempatan hari ini kakanda cimenk pakuningratan hadiningrat ini "ceritanya" mauk ngurutin ksatria ksatria terkuat nih yang ada di mahabharata, baik dalam versi india dan versi jawa yang sudah kakanda gabung. *kakanda gundul mu :v

oke kakanda akan mulai dari sini, (kamu harap tenang ya dan jangan tertidur :* )

10. Yudhistira


yudhistira
Yudhisrtira / Puntadewa
Anak pertama pandu dan kunthi ini ialah sebuah berkat yang diberikan oleh dewa yama (dewa kematian dan pengadilan akhir), namun pada versi jawanya ia merupakan berkat dari dewa dharma.

tokoh yang satu ini merupakan salah satu tokoh favoritku setelah resi bhisma, ia dikenal karena baik hati dan kebijak sanaanya. Ia dikenal pula dengan nama "Ajatasasthru" yang berarti orang yang tak memiliki musuh dan tidak pernah menyimpan bara api dendam, walaupun ia didzalimi oleh sepupunya Duryodhana.
woi lantas dimana letak kekuatanya?, jangan salah sob. walaupun dia terlihat lemah sebenarnya dia bisa berubah jadi seukuran buto (raksasa). Dalam sebuah wiracarita dikisahkah ada seseorang yang bermaksud ingin meminta jamus "kalimasada" pada prabu yudhistira, yudhistira hanya meng"iya" kan dan memberi jamus kalimasada pada orang itu, Namun setelah orang itu mendapatkan Jamus Kalimasada yang diberikan Yudhistira seketika saja yudhistira berubah menjadi seorang Raksasa. Tanpa Ba bi bu lagi orang itu segera mengembalikan jamus itu dan segera pergi tunggang langgang.
Dalam perang Baratayudha Yudhistira mampu menumpas Prabu Salya, Dimana Prabu Salya mengeluarkan sebuah mantra yang dapat menghadirkan "sesosok bajang" (raksasa kecil) yang ingin melawan Yudhistira, Jika Yudhistira membunuh raksasa itu, tubuh raksasa itu bisa hidup lagi dan membelah menjadi dua bagian. Begitulah seterusnya, Namun Ternyata Jamus Kalimasada terbukti Ampuh untuk menggagalkan Mantranya Prabu salya.

9. Antasena

Ialah putra dari Bima (Aka Werkudoro) dan Dewi urangruyu. Antasena tidak terdapat pada kisah yang ada di versi India kerana ia merupakan tokoh yang diciptakan oleh pujangga jawa.

Ia Disosokan dengan ksatria yang apabila ngomong selalu pakai bahasa "jawa ngoko" walaupun ia bicara pada Orang yang lebih tua (persis koyo seng nulis iki :v ). Dalam hal kesaktian, Ia mampu terbang, amblas ke dalam bumi, Dan menyelam kedalam air. Kulitnya terlindung oleh sisik udang yang membuatnya kebal terhadap segala jenis senjata.
Namun sayang ketika terjadi perang besar bharatayudha ia tidak boleh di ikut sertakan sebab menurut prabu kresna apabila antasena, antareja dan wisanggeni di ikut sertakan maka kekalahan akan memihak para pandawa. Maka sebelum meletus bharatayudha ia dipanggil untuk menghadap sanghyang wenang bersama wisanggeni, keduanya disuruh untuk melihat jempolnya sanghyang wenang. seketika tubuh mereka mengecil sampai tidak terlihat dan moksa ke nirwana.

8. Wisanggeni

Sejalan dengan antasena, ia merupakan hasil dari karanganya pujangga jawa. dan apabila berbicara ia selalu ngoko. Ia merupakan anak dari Arjuna dan batari dresanala yang merupakan putri bdewa brahma.

Kisah kelahiranya dimulai karena kecemburuan batara durga terhadap arjuna yang telah menikahi dresnala. Dewasrani merengek pada ibunya untuk memisahkan mereka. Atas desakan durga Batara guru memrintahkan dewa brahma untuk segera menceraikan dresnala. Lalu brahma menghadap ke Arjuna untuk menyuruhnya segera pulang karena dresnala hendak dijadikan sebagai penari di kahnyangan utama, tempat tinggal batara guru.
Maka setelah Arjuna pulang dewa Brahma segera menghajar dresnala agar bayi yang dikandungnya segera keluar. Setelah keluar dewa brahma segera membawa janin itu untuk dibuang ke kawah candradimuka.
Bukanya membunuh Janin itu, Kawah candradimuka malah menghidupkanya dan setelah itu lahirlah seseorang pemuda yang tampan yang dinamakan Wisanggeni. Atas saran dewa narada, Wisanggeni disuruh untuk "membuat kekacauan" di kahyangan. Tak ada yang dewa yang dapat menghentikan tindak tanduk wisanggeni, setiap dewa pasti dilabraknya sambil menanyakan dimana Ayahku. Melihat Tindak tanduk wisanggeni batara guru dan dewa brahma memohon maaf atas tindakanya pada sanghyang wenang.
wisanggeni kemudian datang ke amarta untuk meminta supaya diakui sebagai anak kepada Arjuna. Semula Arjuna menolaknya dan terjadi perang tanding dimana Kelima pandawa tidak ada yang mampu untuk melumpuhkan wisanggeni.

7. Bhisma

Merupakan Putra Prabu Sentanu dengan dewi Gangga, ia merupakan reinkarnasi dari seorang wasu dan merupakan anak didiknya Parasurama.
Ia merupakan satu satunya yang menjadi lawan imbang gurunya sendiri, saat gurunya ikut campur soal perkara dewi amba. Parasurama sendiri ialah seorang ciranwijin yang merupakan awatara dewa wishnu.
Bhisma dikenal mampu menggunakan beberapa senjata terutama panah, tombak maupun Gada.

6. Parasurama

Ia adalah awatara ke 6 dewa wishnu sekaligus salah satu makhluk ciranwijin (abadi). Dikenal sebagai seorang ksatria yang selalu membawa sebilah kapak. dahulu pada saat jaman tretayuga ia bertugas untuk membasmi semua ksatria di muka bumi dikarenakan dia tidak suka dengan cara hidup ksatria yang senang berperang dan saling menumpahkan darah.
dalam cerita mahabharata dia dikenal sebagai gurunya karna dan bhisma. salah satu kesaktian lainya ialah ia dapat menggunakan sebuah aji aji yang bernama brahmastra, dimana jika mantra itu dikeluarkan maka akan menimbulkan ledakan yang sangat dasyhat (mungkin kaya bom nuklir kali ya). ia juga dikenal mampu untuk menggunakan beragam jenis senjata seperti tombak dan panah.

5. Bima

dikenal dengan Nama lain werkudara. ia tak lain ialah anak pandu dengan kunti yang sebenarnya merupakan berkat dari batara bayu (dewa angin). Semasa kecil ia telah mendapat kekuatan berupa rasa kebal terhadap apapun dan dapat menetralisir racun yang masuk dalam tubuhnya.
kekuatan lainya ialah sedari lahir ia telah di anugrahi sebuah kuku pancanaka (dalam versi jawa, semua titisan dewa bayu pasti memiliki kuku pancanaka), konon kuku pancanaka ini lebih tajam dari sebuah silet.
ditambah ia juga punya sebuah gada rujakpolo yang mampu untuk melumat musuhnya.

tak hanya itu ia juga satu satunya ksatria yang mampu bertarung dengan tangan kosong dan mampu menggunakan senjata dengan batang pohon.
Dalam sebuah wiracarita mahabarata versi jawa ia adalah salah satu nya ksatria yang sudah bertemu dengan "sejatining guru" yang tak lain ialah dewa ruci (jajal yudhistira wae rung tau ketemu kui).
konon pada saat ia disuruh oleh guru drona untuk mencari tirta perwitasari (air kehidupan), ia harus pergi ke dasar samudra dan bertemu dewa ruci yang ternyata sosoknya mirip sekali dengan bima namun ukuranya sangat kecil, sebesar telapak
setelah itu dewa ruci segera menyuruh bima untuk masuk ke telinganya. Tanpa pikir panjang akhirnya bima pun masuk ke telinga dewa ruci tersebut.
disana dia di ajari tentang "sejatining ilmu" oleh dewa ruci, sekaligus ia diberitahu bahwa yang namanya "tirta perwitasari" itu tidak ada.
Perjalanan Bima mengalahkan para raksasa untuk menemukan tirta perwita sari, mengalahkan naga, dan bertemu dengan Dewa Ruci sesungguhnya sarat dengan simbol-simbol tentang perjuangan manusia mengalahkan nafsu-nafsu yang dapat menghalanginya menuju kesempurnaan, misalnya nafsu makan, kekuasaan, kesombongan dll. Bima mencapai kesempurnaan karena watak dan sifat rela, patuh, waspada, eling (tidak lupa diri), dan rendah hati.Seseorang yang telah tahu siapa dirinya akan melakukan hal-hal tersebut dengan alasan ia mengamalkan tugas-tugasnya di dunia.


4. Karna

ia adalah anak dari kunti yang sebenarnya "tidak diharapkan" oleh kunti yang dikarenakan kunti bermain main dengan mantra pemberian resi durwasa.
ia berhasil memanggil dewa surya dan memperoleh berkat berupa seorang anak yang sakti. karena bayi itu lahir tanpa ayah maka Ortu si kunti pun menganjurkan Kunti untuk menghanyutkan Anaknya di sungai.
ia diketahui diasuh oleh seorang kusir yang telah menemukanya terombang ambin di sungai.

dalam bahasa jawa, Karna bisa diartikan sebagai "telinga" (melihat rujukan pula pada kata "kumba karna" yang berarti telinga besar), yang berarti ia memang lahir dari telinga kunti.
kekuatanya luar biasa, ia tidak bisa ditembus oleh senjata apapun dikarenakan ia memiliki "rompi khusus" pemberian dewa surya, ayah karna.
bukan hanya itu ia mampu menggunakan brahmastra, mampu menggunakan berbagai macam senjata baik gada, lembing terutama panah.
mungkin teman teman heran, kenapa ia saya letakan satu tingkat diatas bima? pada suatu hari saat sedang berlangsung perang besar bharatayudha (setelah bhisma gugur) karna diangkat sebagai pemimpin perang dan berhasil menumpas bima.
namun karena ia telah berjanji pada ibunya bahwa ia hanya akan membunuh arjuna, ia menggagalkan niatnya itu untuk membunuh bima.
Kematian karna sangat tragis, dimana pada saat keretanya mendekat ke arah kereta arjuna dan siap membidikan panah, roda keretanya terperosok ke dalam lubang dan ia terjatuh ke tanah.
alih alih ingin melafalkan mantra "brahmastra", tanpa dinyana ia tiba tiba lupa akan mantranya (semua kejadian diatas dikarenakan kutukan oleh seorang pertapa dan gurunya sendiri).
tanpa banyak waktu panah pasopati arjuna segera menyambut leher karna dan moksa ke nirwana.
andai saja jika karna tidak terkena kutukan itu dan berhasil mengeluarkan brahmastra, pasti ia akan saya taruh di urutan ke 3.
sayang sekali ya :v

3. Arjuna

anak dari kunti dan pandu ini sebenarnya ialah berkat dari dewa indra. menurut wayang versi jawa tokoh yang paling kuat sebenarnya ditujukan pada bima namun kalau versi indianya tokoh yang lebih "di kuat kan" sebenarnya ialah arjuna.

kekuatan arjuna itu kaya apa mas cimenk :v ? tidak diragukan lagi, ia merupakan siswa kesayangan durna dan sangat lihai menggunakan panah.
dan satu satu nya dari kelima pandawa yang mampu menggunakan astra astra berbahaya :o waow.
ia berhasil menumpas prabu niwatawakaca yang pada saat itu mengacau di kahyangan, ia berhasil menumpas raja drupada, ia berhasil membunuh karna dan berbagai prestasi yang keren lainya.
ia juga pandai memainkan astra astra berbahaya, punya senjata berupa panah pasopati pemberian dewa indra dan Busur gandiwa milik siwa.


2. Krishna

wah, Mungkin teman heran. kenapa sih "panjelmaning wishnu" ini saya urutkan pada urutan kedua?.
oke oke kekuatanya tidak diragukan lagi, ia punya cakra sudharsana yang apabila diarahkan pada musuhnya pasti tak ada yang bisa lepas dari kematianya.

Bukan hanya itu, pada masa kecilnya ia berhasil menaklukan para raksasa hanya dengan berbekal tangan kosong.(remember of cartoon :Little Krishna :v)
ia merupakan ksatria yang cerdik (sekaligus licik :v) dan berkat campur tanganya ia berhasil memenangkan pandhawa pada perang bharatayudha walaupun ia tidak turut andil pada perang itu.
kematianya dikisahkan pada waktu bangsanya sedang mengalami perang saudara.
ia sendiri memilih untuk berkelana. lalu setibanya di hutan ia beristirahat diatas batu. ia mati di tangan seorang pemburu
karena ia salah mengira kaki krishna yang berwarna merah itu seperti kaki rusa, maka tanpa pikir panjang ia melepaskan panahnya, dan seketika krishna moksa ke nirwana

1. Antareja

Sejalan pula dengan antereja dan wisanggeni, ia merupakan tokoh karangan para pujangga jawa. saya harus mengapresiasi atas daya imajinasi si "pujangga" ini yang telah menggambarkan tokohnya secara tidak nanggung nanggung.
jika ia turut andil dalam perang bharatayudha pasti perang tersebut hanya akan berlangsung 1 hari. dan kemenangan pasti ada di pihaknya pandawa.
Namun para dewa di kahyangan sengaja membuat "skenario" agar si antareja maupun baladewa (kakanda krishna) tidak turut andil dalam perang bharatayudha.
Mungkin para dewa ini ingin agar perang besar ini berlangsung secara "fairplay" dan tidak berat sebelah.
Kekuatanya luar biasa, ia mampu masuk amblas ke dalam bumi, kebal terhadap berbagai macam senjata karena ia terlahir dengan kulit sisik dan mampu membuat musuh langsung mati hanya dengan menjilat telapak kaki musuhnya / meludahi musuhnya saja.
saya setuju jika ia tidak di ikut sertakan di perang besar, sebab toh itu akan menjadi akhir yang tragis. sebab jika ia ikut perang, pasti drama perang besar besaran ini hanya berlangsung sehari saja.
kematianya dikisahkan ketika ia disuruh oleh krishna untuk menghadapi para musuh yang dikirim oleh kurawa, ia disuruh untuk menjilat telapak kaki semua musuhnya.
tanpa tersadar ia juga telah menjilat telapak kakinya sendiri, maka ia langsung moksa ke nirwana berkumpul bersama para pandawa muda yang dijadikan tumbal peran bersama antasena dan wisanggeni.









yaudah yah sob sekian dari diriku ini, kakanda cimenk pakuningratan hadiningrat ini ceritanya mau pamit dulu.
semoga tulisanku ini bisa membuka matahati kita akan budaya jawa yang menurut saya "wayang" ini lebih populer daripada cerita cerita fiksi diluar negri.
oh iya sob maaf atas kekurangan tokoh yang belum saya tulis seperti gatotkaca, Resi Durna, Duryodhana dll. sebab menurut kacamata pribadi kita dalam memandang wayang dalam urusan "siapa yang terkuat" itu agak sulit, dan Insya Alloh di lain waktu akan saya tulis beberapa tokoh yang luput dari daftar daftar ini.

Akhirul Kalam Wassalamualaikum warohmatulloh wabarokatuh..
#selamat puasa, Selamatkan Puasamu!!

*referensi gambar dari ki demang

You Might Also Like

7 komentar

  1. Kresna bersifat licik karena dikadali Sangkuni, dimana mau diminta bela Korawa menumpas Pandawa, cuma gak mungkin karena Wisnu pemelihara kebenaran, sedang Siwa sengaja ciptakan Korawa supaya ada alih generasi, jadi ya Kresna bersumpah supaya Korawa tidak memintanya bantu tanpa Cakranya, dan Pandawa cerdik,walau tanpa senjata dipilihnya, nah karena yang akan dihadapi Pandawa banyak senjata Dewa macam Bramastra,Konta dan Braja ya harus pakai kelicikan




    ReplyDelete
    Replies
    1. yup setuju.
      Bahkan hanya dengan bermodal akal, pasukan kurawa yang isinya kuat kuat pun
      dapat dibasmi semua

      Delete
  2. Bukankah krisna sudah mewanti wanti sebelum nya pada ke dua belah pihak sebelum berperang,bahwa kebenaran harus menang melawan kebatilan bagai manapun cara nya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya memang seperti itu
      bahkan tidak usah di wanti wanti pun semua tahu hehehe
      tapi saya menurut saya krishna "agak" licik, tap berhubung demi kebaikan
      siapa yang bisa menyalahkan :3

      Delete
  3. Siip, inspiratif..

    ReplyDelete
  4. Kematian antareja paling konyol min....wkwkwk

    ReplyDelete