Kumbakarna dan Bela Negara

7:34:00 AM

Jika kamu pernah mendengar kisah ramyana pasti paham dengan kegagahan Rama dan kemolekan Sinta. Rama sang titisan Krisna dan Sinta yang merupakan reingkarnasi dewi laksmi dan jangan lupakan pula keberanian Hanuman sang kera sakti juga musuh bebuyutan rama yaitu Rahwana yang menculik Sinta. Tapi siapa yang paham kumbakarna. Lahir dari dari 4 bersaudara yang terdiri dari Rahwana, Kumbakarna, Sarkapenaka dan Wibisana keempat keempatnya merupakan seorang raksasa yang lahir dari negri Alengka yang kalau diterka terka berada di srilanka (katanya).



Lahir dengan nama Kumbakarna yang berarti telinga yang besar ia lahir dari perut Dewi Sukesi dan Begawan Wisrawa dari hasrat yang tidak diinginkan yang berujung kutukan dewata. Menjelang dewasa keempat empatnya diperintahkan untuk bertapa di hutan dengan tujuan yang berbeda beda. Seperti saudaranya yang lain, Kumbakarna bertapa sampai bertahun tahun. 
Karena kegigihan dan kesabaranya dalam melakukan tapa brata akhirnya batara narada menemuinya dan bersedia memenuhi keinginan yang kumbakarna minta. Namun sesaat setelah ia ingin mengucapkan keinginanya Dewi saraswati masuk kedalam mulutnya untuk membengkokan lidahnya dan memohon agar ia dapat tidur dalam jangka waktu yang cukup lama dan sontak batara narada pun mengabulkan keinginannya.

Menjelang rencana penculikan Sinta yang dirancang oleh Rahwana, membuat kakak beradik dari Rahwana itu kaget. Wibisana dan Kumbakarna menolak dengan keputusan sang kakak. Sementara wibisana merencanakan untuk berkongsi dengan rama, Kumbakarna memilih untuk menyendiri di gua setelah saranya tidak diindahkan oleh sang kakak.

Menjelang pecahnya perang besar di Alengka dalam keadaan kocar kacirnya, Rahwana mencari sang adik pontang panting dan menemuinya dalam sebuah goa dalam keadaan tertidur pulas. Banyak prajurit mencoba untuk membangunkanya namun gagal dan membuat rahwana murka dan berteriak ke adiknya bahwa Alengka tanah air yang dicintainya akan runtuh oleh perang besar. Seketika sang adik bangun dan menuju medan perang. Melihat kondisi tanah airnya yang hancur membuat kumbakarna murka dan langsung ia maju untuk menghadapi serbuan pasukan rama.

Dalam peperangan kumbakarna banyak melukai pasukan wanara yang terdiri dari prajurit prajurit kera seperti Hanoman, Anggada, Sugriwa dan cukup merepotkan bala tentara Rama. Seketika dengan panah saktinya Rama memutuskan tangan kumbakarna. Tangan kumbakaran pun putus namun itu tak menjadikanya berhenti, semua pasukan wanara yang ada didepanya ia injak injak dengan penuh semangat. Melihat keadaan ini sekali lagi Rama pun melesatkan panahnya dan memutuskan kaki si Kumbakarna, Tanpa tangan dan tanpa kaki kumbakarna pun mengguling gulingkan badanya untuk melindas pasukan wanara. Melihat keperkasaan kumbakarna membuat rama terkesima, karena tak ingin membuat ia tersiksa lama akhirnya Rama pun melesatka panah terakhirnya dan menebas kepala kumbakarna.

Kisah kumbakarna ini sungguh memantik rasa bela negara kita. Tak peduli seberapa berengsek negaramu ini, namun ini tetaplah Negaramu. Seberapa brengsek pejabatnya dan keputusan yang ia buat namun sekali lagi ya tetap saja ini adalah negaramu. Right or wrong but yet, its still our country

You Might Also Like

0 komentar