Puisi jam delapan malam
6:17:00 AMAku tidak biasa bercerita di buku halaman mu
aku berharap terasing di negri yang lain
Satu gelas teh dan satu gelas kopi
Kita berbicara bahasa lain sama seperti mengenakan mantel hujan disebuah tempat yang terik
Dibawah payung yang menadah daun dan ranting ranting dahan
Kini aku telah tersesat di kotaku sendiri
Semenjak kehilanganmu kotaku seperti menjadi labirin raksasa yang enggan tertidur
Setiap tempat yang kulalui seperti membaca lekuk tubuhmu
Tapi aku disini juga, menatap layar yang sama, semu dan sendu
Malam semakin larut
Kunang kunang enggan tertidur
Kini aku semakin bingung kisah apa yang akan kutulis dalam buku halaman mu
aku berharap terasing di negri yang lain
Satu gelas teh dan satu gelas kopi
Kita berbicara bahasa lain sama seperti mengenakan mantel hujan disebuah tempat yang terik
Dibawah payung yang menadah daun dan ranting ranting dahan
Kini aku telah tersesat di kotaku sendiri
Semenjak kehilanganmu kotaku seperti menjadi labirin raksasa yang enggan tertidur
Setiap tempat yang kulalui seperti membaca lekuk tubuhmu
Tapi aku disini juga, menatap layar yang sama, semu dan sendu
Malam semakin larut
Kunang kunang enggan tertidur
Kini aku semakin bingung kisah apa yang akan kutulis dalam buku halaman mu
0 komentar