Den boreí na grafteí

6:55:00 AM

Aku siapkan kertas itu persis seperti menulis cerita tentang minggu lalu yang perih seperti jeruk nipis.

Kita keluar sejenak, ada anak kucing yang tertindas becak di halaman belakang bulan september.

Lalu kita terbawa suasana mencari sesuatu yang hilang seraya sejenak kian kusut.

Kemana akan kuhempaskan tubuh ini sembari kian lama kian hampa akan udara?

Siapa yang akan membawa percakapan ini lebih jauh hingga ke selat sunda?

 

Lalu aku urut keningmu. Kita membaca sajak sajak bulan september seperti menyiapkan kertas belanja yang tumpah dari daftar menunya.

Kembali meminum kopi hangat seraya mengutuk tentang spiker yang terus bersuara dari jam 8 pagi hingga jam 5 sore.

Aku kembali lagi. Ini kursiku, keyboard dan layar monitor.

Mengganti yang tak seharusnya diganti, Mengikuti arahan spiker spiker yang banyak dengan suara parau.

Hei.. Siapa yang mengetuk pintu kamarku. Kamarku seperti sebuah malam yang panjang tanpa cahaya. Karena hampa tanpa cahaya. Karena Pesta sudah berakhir.

You Might Also Like

0 komentar