aku tak pernah berfikir untuk menjadi seekor burung
aku tak pernah berharap dapat terbang diatas bukit, danau dan pantai
asal kau ada disisiku di penjara pun aku bahagia 😄
Blog personal
aku dengar televisi membajak negeri ini
media media menulis beritanya sendiri
para pejabat hilir mudik membawa map kosong dan megaphone
mencari para rakyatnya yang bersembunyi dibalik gadget
"ayo ayo bayar pajak" pungkasnya
"kita akan buat ibukota baru, makan siang gratis dan tunjangan untuk honorer" balasnya
para sapi mendengarnya, kerbau mendengarnya, gagak dan burung kondor mendengarnya
namun lapangan telah kosong, semua orang sedang pergi
tak ada media hari ini
kita baca berita dari batu saja
Kubaca lagi puisi2 mu tentang laut
masalalu mu terbuat dari laut
kamarmu terbuat dari laut
istrimu berasal dari laut
aku berubah menjadi jangkar kapal yang tertambat disepuluh meter diseberang pantai
bermandikan air garam dan teritip
aku membaca biografimu seperti orang dengan setengah tersadar
lalu aku tulis ulang dirimu persis saat kita mengantri di warung makan tegal
"aku tidak ingin kopi ini" pungkasmu
malam kian samar dan suara jangkrik diluar
Aku siapkan kertas itu persis seperti menulis cerita tentang minggu lalu yang perih seperti jeruk nipis.
Kita keluar sejenak, ada anak kucing yang tertindas becak di halaman belakang bulan september.
Lalu kita terbawa suasana mencari sesuatu yang hilang seraya sejenak kian kusut.
Kemana akan kuhempaskan tubuh ini sembari kian lama kian hampa akan udara?
Siapa yang akan membawa percakapan ini lebih jauh hingga ke selat sunda?
Lalu aku urut keningmu. Kita membaca sajak sajak bulan september seperti menyiapkan kertas belanja yang tumpah dari daftar menunya.
Kembali meminum kopi hangat seraya mengutuk tentang spiker yang terus bersuara dari jam 8 pagi hingga jam 5 sore.
Aku kembali lagi. Ini kursiku, keyboard dan layar monitor.
Mengganti yang tak seharusnya diganti, Mengikuti arahan spiker spiker yang banyak dengan suara parau.
Hei.. Siapa yang mengetuk pintu kamarku. Kamarku seperti sebuah malam yang panjang tanpa cahaya. Karena hampa tanpa cahaya. Karena Pesta sudah berakhir.